Teringat sebuah kisah yang mengejutkan hati saya.
Suatu hari seorang suami masuk ke kamar istrinya, setelah melintas dari daun pintu, sang suami terkejut melihat istrinya tengah menangis, bersedih. Tidak biasanya istriku seperti itu, desirnya dalam hati. Sang suami berjalan pelan dan duduk di sebelah sang istri, tepat di depan kaca, sang suami menatap lekat kaca itu yang tergambar istrinya sedang bersedih. Sang suami tersenyum, mencoba menghibur, sambil berucap “Sesungguhnya engkau wanita tercantik kedua di dunia ini”. Mendengar perkataan itu membuat sang istri kaget bukan main. Dengan cepat sang istri mengalihkan pandangan kepada suaminya sambil mengusap air mata, dengan agak sedikit geram sang istri bertanya “Terus siapa orang yang pertama” sambil tersedu-sedu dengan suara meninggi dan nada tidak suka. Sang suami kembali tersenyum dan berkata “Kamu, ketika tersenyum”. Deg, Mendengar jawaban sang suami, istri pun kaget dengan pipi memerah, malu. Sang istri menatap lekat-lekat wajah sang suami dan memeluknya dengan erat. Air mata yang tadinya berupa kesedihan berubah air mata kebahagiaan. Subhanallah
***
Entah apakah patut bagi saya untuk mengutarakan cerita di atas, padahal saya belum menikah. Jangankan menikah tunangan saja masih belum ketahuan statusnya dan tidak ada ancang-ancang untuk bertunangan. Saya pun merasa tidak pantas jika bercerita tentang hal itu. Karena saya merasa bukan waktunya berbicara nikah, hanya menyumbangkan saja kepada sampean yang akan menjalani kehidupan baru. Intinya cerita itu tidak hanya ada di lingkup keluarga, melainkan di dalam kehidupan kita sehari-hari pun dapat kita aplikasikan kepada teman yang sedang bersedih dengan menggunakan bahasa lain, sehingga dapat mengubah suasana gundah menjadi bahagia. Satu kali lagi cerita itu hanya saja saya persembahkan buat sampean atau siapapun yang membaca tulisan ini. Setidaknya buat yang ingin melanjutkan target hidup yang selanjutnya yaitu menikah. Ataupun yang sudah menjalin bahtera keluarga.
Terkadang kisah inspiratif dapat menumbuhkan jiwa untuk berubah dengan mengambil hikmah dari cerita yang kita baca, saya saja membaca pertama kali kisah itu tidak percaya sekaligus bingung, karena saya kira orang pertama yang cantik sedunia adalah ibunya, tapi bukan. Sehingga tidak hanya ending tersenyum sang istri saja (actor dalam cerita itu), tapi juga membuat ending tersenyum bagi si pembaca. Semisal dengan hikayat-hikayat yang tumbuh di era Nabi Muhammad SAW. Yang dapat menjadi jalan hidup kita untuk menjadi lebih baik. Itulah tujuan adanya cerita. Maka dari itu tak jarang juga kita membaca novel yang melatar belakangi sejarah, seperti novel yang berjudul Mata Moses, yang diangkat dari kisah Nabi Musa a.s dikarang oleh sastrawan sekaligus sejarawan yaitu Wiwid Prasetyo, milik Kang Abik (Habiburrahman Al-Shirazy) dalam salah satu novelnya yang berjudul Api Tauhid yang menggambarkan tokoh terkemuka di Turkey yaitu Imam Sa’id Nursi. Dan banyak lagi cerita inspriratif yang dapat menjadi tolak ukur dalam menjalani hidup untuk lebih baik.
Bersumber dari kisah kita mengetahui hakikat Islam, dengan sejarah kebudayaan Islam yang menghantarkan kita ke jalan yang benar dan lurus. Sejauh mana kita memahami Islam, diukur dari sebuah pemahaman kita terhadap peradaban Islam yang cinta damai dan memahami doktrin Islam. Kalau kita tidak memandang sejarah maka kita tidak akan mengetahui nenek ataupun kakek kita. Kalau kita tidak tau sejarah kita tidak akan tau juga siapa proklamator Indonesia yang membuat Negara kita merdeka, terbebas dari penjajahan yang mengorbankan jutaan tokoh-tokoh dan warga di Indonesia. Kalau kita tidak tau sejarah kita tidak akan bisa mengetahui bagaimana pengorbanan Nabi Muhammad SAW untuk ekspansi agama Islam sehingga menyeluruh ke pelosok dunia.
Oleh karena itu banyak yang perlu kita dapat mengambil pelajaran dari kisah atau sejarah yang akan mengubah pola hidup penuh berwarna dan indah dengan panutan doktrin Islam yang cinta damai. Bermula dari sejarah kita bisa mengenal dunia, bermula dari tulisan akan tumbuh sejarah baru bagi kita dan orang yang akan membaca tulisan kita
Semoga bermanfaat!!
Suatu hari seorang suami masuk ke kamar istrinya, setelah melintas dari daun pintu, sang suami terkejut melihat istrinya tengah menangis, bersedih. Tidak biasanya istriku seperti itu, desirnya dalam hati. Sang suami berjalan pelan dan duduk di sebelah sang istri, tepat di depan kaca, sang suami menatap lekat kaca itu yang tergambar istrinya sedang bersedih. Sang suami tersenyum, mencoba menghibur, sambil berucap “Sesungguhnya engkau wanita tercantik kedua di dunia ini”. Mendengar perkataan itu membuat sang istri kaget bukan main. Dengan cepat sang istri mengalihkan pandangan kepada suaminya sambil mengusap air mata, dengan agak sedikit geram sang istri bertanya “Terus siapa orang yang pertama” sambil tersedu-sedu dengan suara meninggi dan nada tidak suka. Sang suami kembali tersenyum dan berkata “Kamu, ketika tersenyum”. Deg, Mendengar jawaban sang suami, istri pun kaget dengan pipi memerah, malu. Sang istri menatap lekat-lekat wajah sang suami dan memeluknya dengan erat. Air mata yang tadinya berupa kesedihan berubah air mata kebahagiaan. Subhanallah
***
Entah apakah patut bagi saya untuk mengutarakan cerita di atas, padahal saya belum menikah. Jangankan menikah tunangan saja masih belum ketahuan statusnya dan tidak ada ancang-ancang untuk bertunangan. Saya pun merasa tidak pantas jika bercerita tentang hal itu. Karena saya merasa bukan waktunya berbicara nikah, hanya menyumbangkan saja kepada sampean yang akan menjalani kehidupan baru. Intinya cerita itu tidak hanya ada di lingkup keluarga, melainkan di dalam kehidupan kita sehari-hari pun dapat kita aplikasikan kepada teman yang sedang bersedih dengan menggunakan bahasa lain, sehingga dapat mengubah suasana gundah menjadi bahagia. Satu kali lagi cerita itu hanya saja saya persembahkan buat sampean atau siapapun yang membaca tulisan ini. Setidaknya buat yang ingin melanjutkan target hidup yang selanjutnya yaitu menikah. Ataupun yang sudah menjalin bahtera keluarga.
Terkadang kisah inspiratif dapat menumbuhkan jiwa untuk berubah dengan mengambil hikmah dari cerita yang kita baca, saya saja membaca pertama kali kisah itu tidak percaya sekaligus bingung, karena saya kira orang pertama yang cantik sedunia adalah ibunya, tapi bukan. Sehingga tidak hanya ending tersenyum sang istri saja (actor dalam cerita itu), tapi juga membuat ending tersenyum bagi si pembaca. Semisal dengan hikayat-hikayat yang tumbuh di era Nabi Muhammad SAW. Yang dapat menjadi jalan hidup kita untuk menjadi lebih baik. Itulah tujuan adanya cerita. Maka dari itu tak jarang juga kita membaca novel yang melatar belakangi sejarah, seperti novel yang berjudul Mata Moses, yang diangkat dari kisah Nabi Musa a.s dikarang oleh sastrawan sekaligus sejarawan yaitu Wiwid Prasetyo, milik Kang Abik (Habiburrahman Al-Shirazy) dalam salah satu novelnya yang berjudul Api Tauhid yang menggambarkan tokoh terkemuka di Turkey yaitu Imam Sa’id Nursi. Dan banyak lagi cerita inspriratif yang dapat menjadi tolak ukur dalam menjalani hidup untuk lebih baik.
Bersumber dari kisah kita mengetahui hakikat Islam, dengan sejarah kebudayaan Islam yang menghantarkan kita ke jalan yang benar dan lurus. Sejauh mana kita memahami Islam, diukur dari sebuah pemahaman kita terhadap peradaban Islam yang cinta damai dan memahami doktrin Islam. Kalau kita tidak memandang sejarah maka kita tidak akan mengetahui nenek ataupun kakek kita. Kalau kita tidak tau sejarah kita tidak akan tau juga siapa proklamator Indonesia yang membuat Negara kita merdeka, terbebas dari penjajahan yang mengorbankan jutaan tokoh-tokoh dan warga di Indonesia. Kalau kita tidak tau sejarah kita tidak akan bisa mengetahui bagaimana pengorbanan Nabi Muhammad SAW untuk ekspansi agama Islam sehingga menyeluruh ke pelosok dunia.
Oleh karena itu banyak yang perlu kita dapat mengambil pelajaran dari kisah atau sejarah yang akan mengubah pola hidup penuh berwarna dan indah dengan panutan doktrin Islam yang cinta damai. Bermula dari sejarah kita bisa mengenal dunia, bermula dari tulisan akan tumbuh sejarah baru bagi kita dan orang yang akan membaca tulisan kita
Semoga bermanfaat!!
By : Maron. SA
Selasa, 12 April 2016
06:53 WIB
Selasa, 12 April 2016
06:53 WIB
Post a Comment
Post a Comment